Oleh: Riva Julianto
Matahari
adalah raja penguasa rimba galaksi. Ia berkuasa karena mempunyai bala tentara
yang tak terhitung jumlahnya. Semua dilengkapi senjata cahaya dengan kekuatan
jutaan watt sehingga apabila seseorang terkena cahayanya niscaya ia akan
menjadi buta dan bahkan bisa membuat hilang sebuah benda tanpa meninggalkan
bekas. Setiap orang tidak boleh melihatnya bila tidak ingin menjadi buta.
Jadi,
setiap orang yang ingin bertemu dengannya harus menundukkan kepala. Bahkan bila
ia hadir dalam upacara di tempat umum. Semua orang yang hadir harus menundukkan
kepalanya. Hanya segelintir orang saja yang bisa melihatnya, yakni para
penasehatnya. Itupun mereka harus memakai kacamata hitam agar tidak menjadi
buta. Kacamata hitam adalah barang terlarang di seluruh wilayah hukum
kerajaannya. Bila setiap orang diperbolehkan memakai kacamata hitam dan
melihatnya, dikhawatirkan ia akan kehilangan wibawa di hadapan rakyatnya.
Tahtanya
terletak di gugusan bima sakti, sebuah wilayah yang subur dan makmur. Jarang
ada pemberontakan dan tindakan kriminal. Keadilan berjalan sempurna di negeri
ini. Kalau pun ada tindakan kriminal, itu hanya ulah segelintir orang imigran
yang belum bisa beradaptasi. Mereka belum terbiasa dengan suasana yang demikian
dan tidak tahu harus bagaimana menghabiskan waktu senggangnya. Tidak pernah ada
orang menjadi stres karena memikirkan pekerjaan atau penghasilannya. Pegawai
rendah sekali pun hidupnya tidak pernah kekurangan.
Tersebutlah
sebuah kerajaan lubang hitam, atau orang Inggris menyebutnya black hole
kingdom, yang diperintah oleh seorang raja hitam berbadan tinggi dan besar.
Gigi dan matanya pun berwarna hitam sehingga tak seorang pun bisa melihatnya.
Hanya desahan nafasnya saja yang bisa dirasakan. Ia seorang raja yang sangat
berkuasa, otoriter dan totaliter. Meskipun demikian ia tidak pernah melarang
rakyatnya untuk melakukan apa saja. Hanya satu hal yang ia larang untuk
rakyatnya, yaitu merebut kekuasaannya. Kekuasaan dijadikan undang-undang abadi
yang berisi bahwa kekuasaan harus tetap di tangannya. Selain kekuasaan ia
membebaskan rakyatnya untuk berbuat apa saja. Semua kendali pemerintahan ada di
tangannya.
“Negara
adalah saya,” ujarnya suatu ketika. Itu sebabnya mengapa ia tidak mempunyai
menteri-menteri dan bala tentara. Semua kekuatan senjata dan hukum dipegangnya
sendiri. Tak jikalau kerajaan ini tidak mempunyai angkatan bersenjata. Angkatan
bersenjata baginya hanya akan menimbulkan benih pemberontakan karena mereka
bersenjata dan bisa saja berbalik melawannya suatu ketika. Dengan tidak adanya
angkatan bersenjata, otomatis ia memegang kekuasaan dan kekuatan mutlak. Nyaris
mendekati maha kuasa dan maha kuat.
Kehidupan
rakyatnya memang kacau-balau. Tindakan kriminal adalah realitas kehidupan
sehari-hari yang biasa terjadi. Meskipun demikian, tidak pernah ada seorang pun
yang mati atau mengeluh dengan kondisi seperti ini. Semua orang menyukai dan
menikmatinya. Mereka tidak pernah khawatir akan mati dan hilang dari kehidupan.
Sebagai warga negara, mereka dijamin oleh raja untuk menjadi abdi. Nyawa bisa
direproduksi dan diperjual-belikan seenaknya di pasar-pasar. Jika satu nyawa
hilang bisa lekas diganti dengan baru. Nyawa sudah menjadi kebutuhan pokok
sehari-hari. Sang raja bahkan memberikan subsidi untuk komoditi yang satu ini.
Tidak
mengherankan apabila ia tidak mempunyai angkatan bersenjata. Jika ingin merebut
wilayah kekuasaan raja lainnya, ia tinggal mengeluarkan titah bagi rakyatnya
untuk melaksanakannya. Mereka yang menolak akan dikenakan sanksi pencabutan
status warga negaranya. Dengan kata lain dihukum mati karena subsidi nyawanya
dicabut.
Suatu
ketika hampir seluruh wilayah kerajaan di jagat raya telah dikuasainya. Hanya
sebuah kerajaan yang sulit baginya untuk ditembus dan ditaklukkan, yakni
kerajaan matahari. Untuk itu ia memobilisasi seluruh rakyatnya untuk berperang
dan merebut wilayah kerajaan yang subur dan makmur itu. Sang raja lubang hitam
begitu antusias dan ingin sekali merebutnya. Menurut dongeng yang didengarnya,
inilah wilayah yang sangat produktif dan menghasilkan makanan dan bahkan juga
perhiasan yang melimpah. Inilah satu-satunya kerajaan yang menjadi keadilan
sebagai panutan. Memuja-muja dan mengagungkan demokrasi menjadi hal yang sangat
ditentang oleh kerajaan lubang hitam.
Rakyat
kerajaan lubang hitam tidak dilengkapi senjata memadai. Hanya tinta hitam yang
mereka andalkan. Setitik noda hitam akan menyerap sekian ribu watt cahaya. Oleh
karena itu dapat dibayangkan berapa banyak tinta yang harus mereka keluarkan untuk
menaklukkan kerajaan matahari.
Syahdan,
pertempuran hebat terjadi siang dan malam. Di siang hari tentara kerajaan
matahari menguasai pertempuran. Tetapi di malam hari ribuan tentara matahari
mengalami kematian. Sementara itu tak seorang pun dari rakyat kerajaan lubang
hitam yang sedang bertempur menerima kematian. Selain tinta hitam, nyawa
cadangan tidak pernah lepas dari genggaman.
Ada
hal menarik di medan pertempuran. Tumbukkan tinta hitam dan cahaya jutaan watt
menimbulkan pendar cahaya pelangi berwarna-warni. Semua orang yang sedang
berperang menjadi tercengang bercampur rasa takjub akan keindahannya.
Pemandangan ini bukan menghentikan peperangan, melainkan malah membuat mereka
menjadi bersemangat untuk saling membunuh. Ternyata perang menghasilkan
keindahan pemandangan. Melebihi karya seni pelukis sekaliber Leonardo da Vinci.
Medan pertempuran menjadi berwarna-warni.
Hari
berubah bulan. Bulan berubah tahun. Tahun berubah dekade. Dekade berubah abad.
Abad berubah menjadi jubelium. Jubelium berubah menjadi milenium. Milenium
kehilangan nama untuk menggantikannya. Pertempuran tidak pernah berhenti barang
sesaat. Meskipun belum juga menguasai kerajaan matahari, raja lubang hitam
masih dapat tersenyum senang. Seorang mata-mata membawa kabar untuknya. Dalam
hitungan milyar tahun tentara kerajaan matahari akan kehabisan energi. Itulah
saatnya mereka akan meraih kemenangan.
“Tidak
mengapa,” ujarnya. “Milyaran tahun tidak seberapa apabila dibandingkan dengan
reproduksi nyawa yang tidak mengenal kata bilangan.”
Merasa
dirinya di atas angin, raja lubang hitam segera mengirim pesan melalui
radiogram kepada raja matahari yang isinya berbunyi: “Jangan kau habisi
energimu sia-sia. Bila kau mati, tak kubiarkan kau seorang sendiri.”
No comments:
Post a Comment