Tuesday, March 12, 2013

Menghadang Matahari

Oleh: Riva Julianto



Matahari adalah raja penguasa rimba galaksi. Ia berkuasa karena mempunyai bala tentara yang tak terhitung jumlahnya. Semua dilengkapi senjata cahaya dengan kekuatan jutaan watt sehingga apabila seseorang terkena cahayanya niscaya ia akan menjadi buta dan bahkan bisa membuat hilang sebuah benda tanpa meninggalkan bekas. Setiap orang tidak boleh melihatnya bila tidak ingin menjadi buta.
Jadi, setiap orang yang ingin bertemu dengannya harus menundukkan kepala. Bahkan bila ia hadir dalam upacara di tempat umum. Semua orang yang hadir harus menundukkan kepalanya. Hanya segelintir orang saja yang bisa melihatnya, yakni para penasehatnya. Itupun mereka harus memakai kacamata hitam agar tidak menjadi buta. Kacamata hitam adalah barang terlarang di seluruh wilayah hukum kerajaannya. Bila setiap orang diperbolehkan memakai kacamata hitam dan melihatnya, dikhawatirkan ia akan kehilangan wibawa di hadapan rakyatnya.
Tahtanya terletak di gugusan bima sakti, sebuah wilayah yang subur dan makmur. Jarang ada pemberontakan dan tindakan kriminal. Keadilan berjalan sempurna di negeri ini. Kalau pun ada tindakan kriminal, itu hanya ulah segelintir orang imigran yang belum bisa beradaptasi. Mereka belum terbiasa dengan suasana yang demikian dan tidak tahu harus bagaimana menghabiskan waktu senggangnya. Tidak pernah ada orang menjadi stres karena memikirkan pekerjaan atau penghasilannya. Pegawai rendah sekali pun hidupnya tidak pernah kekurangan.
Tersebutlah sebuah kerajaan lubang hitam, atau orang Inggris menyebutnya black hole kingdom, yang diperintah oleh seorang raja hitam berbadan tinggi dan besar. Gigi dan matanya pun berwarna hitam sehingga tak seorang pun bisa melihatnya. Hanya desahan nafasnya saja yang bisa dirasakan. Ia seorang raja yang sangat berkuasa, otoriter dan totaliter. Meskipun demikian ia tidak pernah melarang rakyatnya untuk melakukan apa saja. Hanya satu hal yang ia larang untuk rakyatnya, yaitu merebut kekuasaannya. Kekuasaan dijadikan undang-undang abadi yang berisi bahwa kekuasaan harus tetap di tangannya. Selain kekuasaan ia membebaskan rakyatnya untuk berbuat apa saja. Semua kendali pemerintahan ada di tangannya.
“Negara adalah saya,” ujarnya suatu ketika. Itu sebabnya mengapa ia tidak mempunyai menteri-menteri dan bala tentara. Semua kekuatan senjata dan hukum dipegangnya sendiri. Tak jikalau kerajaan ini tidak mempunyai angkatan bersenjata. Angkatan bersenjata baginya hanya akan menimbulkan benih pemberontakan karena mereka bersenjata dan bisa saja berbalik melawannya suatu ketika. Dengan tidak adanya angkatan bersenjata, otomatis ia memegang kekuasaan dan kekuatan mutlak. Nyaris mendekati maha kuasa dan maha kuat.
Kehidupan rakyatnya memang kacau-balau. Tindakan kriminal adalah realitas kehidupan sehari-hari yang biasa terjadi. Meskipun demikian, tidak pernah ada seorang pun yang mati atau mengeluh dengan kondisi seperti ini. Semua orang menyukai dan menikmatinya. Mereka tidak pernah khawatir akan mati dan hilang dari kehidupan. Sebagai warga negara, mereka dijamin oleh raja untuk menjadi abdi. Nyawa bisa direproduksi dan diperjual-belikan seenaknya di pasar-pasar. Jika satu nyawa hilang bisa lekas diganti dengan baru. Nyawa sudah menjadi kebutuhan pokok sehari-hari. Sang raja bahkan memberikan subsidi untuk komoditi yang satu ini.
Tidak mengherankan apabila ia tidak mempunyai angkatan bersenjata. Jika ingin merebut wilayah kekuasaan raja lainnya, ia tinggal mengeluarkan titah bagi rakyatnya untuk melaksanakannya. Mereka yang menolak akan dikenakan sanksi pencabutan status warga negaranya. Dengan kata lain dihukum mati karena subsidi nyawanya dicabut.
Suatu ketika hampir seluruh wilayah kerajaan di jagat raya telah dikuasainya. Hanya sebuah kerajaan yang sulit baginya untuk ditembus dan ditaklukkan, yakni kerajaan matahari. Untuk itu ia memobilisasi seluruh rakyatnya untuk berperang dan merebut wilayah kerajaan yang subur dan makmur itu. Sang raja lubang hitam begitu antusias dan ingin sekali merebutnya. Menurut dongeng yang didengarnya, inilah wilayah yang sangat produktif dan menghasilkan makanan dan bahkan juga perhiasan yang melimpah. Inilah satu-satunya kerajaan yang menjadi keadilan sebagai panutan. Memuja-muja dan mengagungkan demokrasi menjadi hal yang sangat ditentang oleh kerajaan lubang hitam.
Rakyat kerajaan lubang hitam tidak dilengkapi senjata memadai. Hanya tinta hitam yang mereka andalkan. Setitik noda hitam akan menyerap sekian ribu watt cahaya. Oleh karena itu dapat dibayangkan berapa banyak tinta yang harus mereka keluarkan untuk menaklukkan kerajaan matahari.
Syahdan, pertempuran hebat terjadi siang dan malam. Di siang hari tentara kerajaan matahari menguasai pertempuran. Tetapi di malam hari ribuan tentara matahari mengalami kematian. Sementara itu tak seorang pun dari rakyat kerajaan lubang hitam yang sedang bertempur menerima kematian. Selain tinta hitam, nyawa cadangan tidak pernah lepas dari genggaman.
Ada hal menarik di medan pertempuran. Tumbukkan tinta hitam dan cahaya jutaan watt menimbulkan pendar cahaya pelangi berwarna-warni. Semua orang yang sedang berperang menjadi tercengang bercampur rasa takjub akan keindahannya. Pemandangan ini bukan menghentikan peperangan, melainkan malah membuat mereka menjadi bersemangat untuk saling membunuh. Ternyata perang menghasilkan keindahan pemandangan. Melebihi karya seni pelukis sekaliber Leonardo da Vinci. Medan pertempuran menjadi berwarna-warni.
Hari berubah bulan. Bulan berubah tahun. Tahun berubah dekade. Dekade berubah abad. Abad berubah menjadi jubelium. Jubelium berubah menjadi milenium. Milenium kehilangan nama untuk menggantikannya. Pertempuran tidak pernah berhenti barang sesaat. Meskipun belum juga menguasai kerajaan matahari, raja lubang hitam masih dapat tersenyum senang. Seorang mata-mata membawa kabar untuknya. Dalam hitungan milyar tahun tentara kerajaan matahari akan kehabisan energi. Itulah saatnya mereka akan meraih kemenangan.
“Tidak mengapa,” ujarnya. “Milyaran tahun tidak seberapa apabila dibandingkan dengan reproduksi nyawa yang tidak mengenal kata bilangan.”
Merasa dirinya di atas angin, raja lubang hitam segera mengirim pesan melalui radiogram kepada raja matahari yang isinya berbunyi: “Jangan kau habisi energimu sia-sia. Bila kau mati, tak kubiarkan kau seorang sendiri.”

No comments:

Post a Comment